Friday, May 28, 2010

Kisah Mu'adz Bin Jabal

Muadz bin JabalTatkala Rasulullah mengambil bai’at dari orang-orang Anshar pada perjanjian Aqabah yang kedua, diantara para utusan yang terdiri atas 70 orang itu terdapat seorang anak muda dengan wajah berseri, pandangan menarik dan gigi putih berkilat serta memikat perhatian dengan sikap dan ketenangannya. Dan jika bicara maka orang yang melihat akan tambah terpesona karenanya . . . .!

Nah, itulah dia Mu’adz bin Jabal r.a . . . . .
Dan kalau begitu, maka ia adalah seorang tokoh dari kalangan anshar yang ikut bai’at pada perjanjian Aqabah kedua, hingga termasuk Ashshabiqul Awwalun, golongan yang pertama masuk Islam. Dan orang yang lebih dulu masuk Islam dengan keimanan serta keyakinannya seperti dimikian, mustahil tidak akan turut bersama Rasulullah dalam setiap perjuangan. Maka demikianlah halnya Mu’adz . . . .
Tetapi kelebihannya yang paling menonjol dan keitstimewaannnya yang utama ialah fiqih atau keahliannya dalam soal hukum. Keahliannya dalam fiqih dan ilmu pengetahuan ini mencapai taraf yang menyebabkannya berhak menerima pujian dari Rasulullah SAW dengan sabdanya : “Ummatku yang paling tahu akan yang halal dan yang haram ialah Mu’adz bin Jabal.”

Dalam kecerdasan otak dan keberaniannya mengemukakan pendapat, Mu’adz hampir sama dengan Umar bin Khattab. Ketika Rasulullah SAW hendak mengirimnya ke Yaman, lebih dulu ditanyainya : “Apa yang menjadi pedomanmu dalam mengadili sesuatu, hai Mu’adz?” Kitabullah”, ujar Mu’adz. “Bagaimana jika kamu tidak jumpai dalam Kitabullah?”, tanya Rasulullah pula. “Saya putus dengan Sunnah Rasul”, ujuar Mu’adz. “Jika tidak kamu temui dalam Sunnah Rasulullah?” “Saya pergunakan fikiranku untuk berijtihad, dan saya takkan berlaku sia-sia”. Maka berseri-serilah wajah Rasulullah, sabdanya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi taufiq kepada utusan Rasulullah sebagai yang diridhai oleh Rasulullah . . . .”

Maka kecintaan Mu’adz terhadap Kitabullah dan Sunnah Rasulullah tidak menutup pintu untuk mengikuti buah fikirannya, dan tidak menjadi penghalang bagi akalnya untuk memahami kebenaran-kebenaran dahsyat yang masih tersembunyi yang menunggu usaha orang yang akan menghadapi dan menyingkapnya.
Dan mungkin kemampuan untuk berijtihad dan keberanian menggunakan otak dan kecerdasan inilah yang menyebabkan Mu’adz berhasil mencapai kekayaan dalam ilmu fiqih, mengatasi teman dan saudara-saudaranya hingga dinyatakan oleh Rasulullah sebagai “orang yang paling tahu tentang yang halal dan yang haram”. Dan cerita-cerita sejarah melukiskan dirinya bagaimana adanya, yakni sebagai otak yang cermat dan jadi penyuluh serta dapat memutuskan persoalan dengan sebaik-baiknya . . . .

Di bawah ini kita muat cerita tentang A’idzullah bin Abdillah yakni ketika pada suatu hari di awal pemerintahan Khalifah Umar, ia masuk mesjid bersama beberapa orang shahabat, katanya:

“Maka duduklah saya pada suatu majlis yang dihadiri oleh tiga puluh orang lebih, masing-masing menyebutkan sebuah hadits yang mereka terima dari Rasulullah SAW. Pada halaqah atau lingkaran itu ada seorang anak muda yang amat tampan . . . . hitam manis warna kulitnya, bersih, manis tutur katanya dan termuda usianya di antara mereka. Jika pada mereka terdapat keraguan tentang suatu hadits, mereka tanyakan kepada anak muda itu yang segera memberikan fatwanya, dan ia tak hendak berbicara kecuali bila diminta . . . . Dantatkala majlis itu berakhir, saya dekati anak muda itu dan saya tanyakan siapa namanya, ujarnya: Saya adalah Mu’adz bin Jabal.”

Shahar bin Hausyab tidak ketinggalan memberikan ulasan, katanya:

“Bila para shahabat berbicara sedang di antara mereka hadir Mu’adz bin Jabal, tentulah mereka akan sama meminta pendapatnya karena kewibawaannya . . . .!”

Dan Amirul Mu’minin Umar r.a. sendiri sering meminta pendapat dan buah fikirannya. Bahkan dalam salah satu peristiwa di mana ia memanfaatkan pendapat dan keahliannya dalam hukum, Umar pernah berkata: “Kalau tidaklah berkat Mu’adz bin Jabal, akan celakalah Umar
!”
Dan ternyata Mu’adz memiliki otak yang terlatih baik dan logika yang menawan serta memuaskan lawan, yang mengalir dengan tenang dan cermat. Dan di mana saja kita jumpai namanya – di celah-celah riwayat dan sejarah, kita dapati ia sebagi yang selalu menjadi pusat lingkaran. Di mana ia duduk selalulah dilingkungi oleh manusia.

Ia seorang pendiam, tak hendak bicara kecuali atas permintaan hadirin. Dan jika mereka berbeda pendapat dalam suatu hal, mereka pulangkan kepada Mu’adz untuk memutuskannya. Maka jika ia telah buaka suara, adalah ia sebagimana dilukiskan oleh salah seorang yang mengenalnya: “
Seolah-olah dari mulutnya keluar cahaya dan mutiara . . . .”
Dan kedudukan yang tinggi di bidang pengetahuan ini serta penghormatan Kaum Muslimin kepadanya, baik selagi Rasulullah masih hidup maupun setelah beliau wafat, dicapai Mu’adz sewaktu ia masih muda. Ia meninggal dunia di masa pemerintahan Umar, sedang usianya belum 33 tahun . . . .!

Mu’adz adalah seorang yang murah tangan, lapang hati dan tinggi budi. Tidak suatupun yang diminta kepadanya, kecuali akan diberinya secara berlimpah dan dengan hati yang ikhlas. Sungguh kemurahan Mu’adz telah menghabiskan semua hartanya.
Ketika Rasulullah SAW wafat, Mu’adz masih berada di Yaman, yakni semenjak ia dikirim Nabi ke sana untuk membimbing Kaum Muslimin dan mengajari mereka tentang seluk-seluk Agama.
Di masa pemerintahan Abu Bakar, Mu’adz kembali ke Yaman, Umar tahu bahwa Mu’adz telah menjadi seorang yang kaya raya, maka diusulkan Umara kepada khalifah agar kekayaannya itu dibagi dua. Tanpa menunggu jawaban Abu Bakar, Umar segera pergi ke rumah Mu’adz dan mengemukakan masalah tersebut.

Mu’adz adalah seorang yang bersih tangan dan suci hati. Dan seandainya sekarang ia telah menjadi kaya raya, maka kekayaan itu diperolehnya secara halal, tidak pernah diperolehnya secara dosa bahkan juga tak hendak menerima barang yang syubhat. Oleh sebab itu usul Umar ditolaknya dan alasan yang dikemukakannya dipatahkannya dengan alasan pula . . . . Umar berpaling meninggalkannya.
Pagi-pagi keesokan harinya Mu’adz pergi ke rumah Umar. Demi sampai di sana, Umar dirangkul dan dipeluknya, sementara air mata mengalir mendahului perkataannya, seraya berkata:

“Malam tadi saya bermimpi masuk kolam yang penuh dengan air, hingga saya cemas akan tenggelam. Untunglah anda datang, hai Umar dan menyelamatkan saya . . . . !”

Kemudian bersama-sama mereka datang kepad abu Bakar, dan Mu’adz meminta kepada khalifah untuk mengambil seperdua hartanya. “Tidak satupun yang akan saya ambil darimu”, ujar Abu Bakar. “Sekarang harta itu telah halal dan jadi harta yang baik”, kata Umar menghadapkan pembicaraannya kepada Mu’adz.
Andai diketahuinya bahwa Mu’adz memperoleh harta itu dari jalan yang tidak sah, maka tidak satu dirham pun Abu Bakar yang shaleh itu akan menyisakan baginya. Namun Umar tidak pula berbuat salah dengan melemparkan tuduhan atau menaruh dugaan yang bukan-bukan terhadap Mu’adz. Hanya saja masa itu adlah mas gemilang, penuh dengan tokoh-tokoh utama yang berpacu mencapai puncak keutamaan. Di antara mereka ada yang berjalan secara santai, tak ubah bagi burung yang terbang berputar-putar, ada yang berlari cepat, dan ada pula yang berlari lambat, namun semua berada dalam kafilah yang sama menuju kepada kebaikan.

Mu’adz pindah ke Syria, di mana ia tinggal bersama penduduk dan orang yang berkunjung ke sana sebagi guru dan ahli hukum. Dan tatkala Abu Ubaidah – amir atau gubernur militer di sana – serta shahabat karib Mu’adz meninggal dunia, ia diangkat oleh Amirul Mu’minin Umar sebagai penggantinya di Syria. Tetapi hanya beberapa bulan saja ia memegan jabatan itu, ia dipanggil Allah untuk menghadap-Nya dalam keadaan tunduk dan menyerahkan diri.

Umar r.a. berkata:
“Sekiranya saya mengangkat Mu’adz sebagai pengganti, lalu ditanya oleh Allah kenapa saya mengangkatnya, maka akan saya jawab: Saya dengar Nabi-Mu bersabda: Bila ulama menghadap Allah Azza wa Jalla, pastilah Mu’adz akan berada di antara mereka . . . . !”

Mengangkat sebagai pengganti yang dimaksud Umar di sisi ialah penggantinya sebagi khalifah bagi seluruh Kaum Muslimin, bukan kepala sesuatu negeri atau wilayah.
Sebelum menghembuskan nafasnya yang akhir, Umar pernah ditanyai orang: “Bagaimana jika anda tetapkan pengganti anda?” artinya anda pilih sendiri orang yang akan menjadi khalifah itu, lalu kami bai’at dan menyetujuinya . . . .? Maka ujar Umar:

“Seandainya Mu’adz bin Jabal masih hidup, tentu saya angkat ia sebagi khalifah, dan kemudian bila saya menghadap Allah Azza wa Jalla dan ditanya tentang pengangkatannya: Siapa yang kamu angkat menjadi pemimpin bagi ummat manusia, maka akan saya jawab: Saya angkat Mu’adz bin Jabal setelah mendengar Nabi bersabda: Mu’adz bin Jabal adalah pemimpin golongan ulama di hari qiamat.”

Pada suatu hari Rasulullah SAW, bersabda: “Hai Mu’adz! Demi Allah saya sungguh sayang kepadamu. Maka jangan lupa setiap habis shalat mengucapkan: Ya Allah, bantulah daku untuk selalu ingat dan syukur serta beribadat dengan ikhlas kepada-Mu.”
Tepat sekali: “Ya Allah, bantulah daku . . . !”

Rasulullah SAW selalu mendesak manusia untuk memahami makna yang agung ini yang maksudnya ialah bahwa tiada daya maupun upaya, dan tiada bantuan maupun pertolongan kecuali dengan pertolongan dan daya dari Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar . . . .

Mu’adz mengerti dan memahami ajaran tersebut dan telah menerapkannya secara tepat . . . . Pada suatu pagi Rasulullah bertemu dengan Mu’adz, maka tanyanya:

· Bagaimana keadaanmu di pagi hari ini, hai Mu’adz?
· Di pagi hari ini aku benar-benar telah beriman, ya Rasulullah, ujar Mu’adz
· Setiap kebenaran ada hakikatnya, ujar Nabi pula, maka apakah hakikat keimananmu?
· Ujar Mu’adz: Setiap berada di pagi hari, aku menyangka tidak akan menemui lagi waktu sore. Dan setiap berada di waktu sore, aku menyangka tidak akan mencapai lagi waktu pagi . . . . Dan tiada satu langkah pn yang kulangkahkan, kecuali aku menyangka tiada akan diiringi dengan langkah lainnya . . . . Dan seolah-olah kesaksian setiap ummat jatuh berlutut, dipanggil melihat buku catatannya . . . . Dan seolah-olah kusaksikan penduduk surga menikmati kesenangan surga . . . . Sedang penduduk neraka menderita siksa dalam neraka. Maka sabda Rasulullah SAW : Memang, kamu mengetahuinya, maka pegang teguhlah jangan dilepaskan . . . . !

Benar dan tidak salah . . . . Mu’adz telah menyerahkan seluruh jiwa raga dan nasibnya kepada Allah, hingga tidak suatu pun yang tampak olehnya hanyalah Dia . . . ! Tepat sekali gambaran yang diberikan Ibnu Mas’ud tentang kepribadiannya. katanya:

“Mu’adz adalah seorang hamba yang tunduk kepada Allah dan berpegang teguh kepada Agama-Nya. Dan kami menganggap Mu’adz serupa dengan Nabi Ibrahim a.s . . . .”

Mu’adz senantiasa menyeru manusia untuk mencapai ilmu dan berdzikir kepada Allah . . . . Diserunya mereka untuk mencari ilmu yang benar lagi bermanfaat, dan katanya:

“Waspadalah akan tergelincirnya orang yang berilmu! Dan kenalilah kebenaran itu dengan kebenaran pula, karena kebenaran itu mempunyai cahaya . . . .!”

Menurut Mu’adz, ibadat itu hendaklah dilakukan dengan cermat dan jangan berlebihan.
Pada suatu hari salah seorang Muslim meminta kepadanya agar diberi pelajaran.

- Apakah anda sedia mematuhinya bila saya ajarkan? tanya Mu’adz
- Sungguh, saya amat berharap akan mentaati anda! ujar orang itu. Maka kata Mu’adz kepadanya: “Shaum dan berbukalah . . . .!”
- Lakukanlah shalat dan tidurlah . . . .!!!
- Berusahalah mencari nafkah dan janganlah berbuat dosa . . . .
- Dan janganlah kamu mati kecuali dalam beragama Islam . . . .
- Serta jauhilah do’a dari orang yang teraniaya . . . .

Menurut Mu’adz, ilmu itu ialah mengenal dan beramal, katanya: “Pelajarilah segala ilmu yang kalian sukai, tetapi Allah tidak akan memberi kalian mafaat dengan ilmu itu sebelum kalian mengamalkannya lebih dulu . . . .!”
Baginya iman dan dzikir kepada Allah ialah selalu siap siaga demi kebesaran-Nya dan pengawasan yang tak putus-putus terhadap kegiatan jiwa. Berkata Al-Aswad bin Hilal:
“Kami berjalan bersama Mu’adz, maka katanya kepada kami; Marilah kita duduk sebentar meresapi iman . . . .!”

Mungkin sikap dan pendiriannya itu terdorang oleh sikap jiwa dan fikiran yang tiada mau diam dan bergejolak sesuai dengan pendiriannya yang pernah ia kemukakan kepada Rasulullah, bahwa tiada satu langkah pun yang dilangkahkannya kecuali timbul sangkaan bahwa ia tidak akan mengikutinya lagi dengan langkah berikutnya. Hal itu ialah karena tenggelamnya dalam mengingat-ingat Allah dan kesibukannya dalam menganalisa dan mengoreksi dirinya . . . .
Sekarang tibalah ajalnya, Mu’adz dipanggil menghadap Allah . . . Dan dalam sakarat maut, muncullah dari bawah sadarnya hakikat segala yang bernyawa ini, dan seandainya ia dapat berbicara akan mengalirlah dari lisannya kata-kata yang dapat menyimpulkan urusan dan kehidupannya . . . .

Dan pada saat-saat itu Mu’adz pun mengucapkan perkataan yang menyingkapkan dirinya sebagai seorang Mu’min besar. Sambil matanya menatap ke arah langit, Mu’adz munajat kepada Allah yang Maha Prngasih, katanya:

“Ya Allah, sesungguhnya selama ini aku takut kepada-Mu, tetapi hari ini aku mengharapkan-Mu . . . .
Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa aku tidaklah mencintai dunia demi untuk mengalirkan air sungai atau menanam kayu-kayuan . . . . tetapi hanyalah untuk menutup haus dikala panas, dan menghadapi saat-saat yang gawat, serta untuk menambah ilmu pengetahuan, keimanan dan ketaatan . . . .”.

Lalu diulurkanlah tangannya seolah-olah hendak bersalaman dengan maut, dan dalam keberangkatannya ke alam ghaib masih sempat ia mengatakan:

“Selamat datang wahai maut . . . .Kekasih tiba di saat diperlukan . . . .”
Dan nyawa Mu’adz pun melayanglah menghadap Allah . . . .Kita semua kepunyaan Allah . . .Dan kepada-Nya kita kembali . . . .

No comments:

Post a Comment

Kata-kata Hikmah

Solat subuh awal waktu memberikan keceriaan wajah di sepanjang masa Kemurahan hati adalah kesempurnaan dan hiasan agama, mengambil hati orang lain adalah lebih sukar daripada menakluki benteng musuh...sungguh bahagia apabila kita hidup bermurah hati antara musuh kita...kerana janganlah membencinya,melukai hati seseorang adalah mudah...menyembuhkan kembali amatlah susah...kerendahan hati adalah dasar yang kukuh bagi segala kebajikan..setiap perbuatan murah hati adalah tangga menuju ke syurga.... Dalam masyarakat nampaknya segenggam wang lebih kuat n bernilai dari puluhan genggam kebenaran..kejujuran..keikhlasan kerna bila wang bersuara kadangkala kebenaran menjadi diam..bila usaha seseorang itu hanya untuk perutnya..maka harga hidupnya sama seperti apa yang dikeluarkan dari perutnya itu...bila seseorang manusia tidak dapat menguasai nafsunya akhirnya nafsu itu akan merendahkan dan menghinakan dirinya..walaupun pada mulanya dia seorang yang terhormat dan berkedudukan... moga hidayah,rahmat,barakah..kesejahteraan..kebahgiaan..limpahan rezeki sentiasa mendampingi kita di sepanjang waktu Selagi ada sekelumit iman di dada selagi itu jua kita jangan putus harap berdoa agar kehidupan kita sentiasa mendapat rahmat dari allah Ya allah bersihkan, terangkan, tenang, tenteramkan, tajamkan hati, jiwa, fikiran dan perasaan kami hanya tunduk padamu ya allah. Sentiasa beri petunjuk, rahmat, hidayah dan inayah pada kami, kurniakan kesihatan, kesejahteraan, kebahgiaan, kejayaan kami dunia dan akhirat. Murahkan rezeki dan berkatkan hidup kami dengan rezeki yang halal, Kabul dan makbulkan apa yang di minta dan takkan mengurangi kekayaanmu. Mustajabkan segala hajat kami ya allah --------------------------------------- Ada 3 macam bongkoknya manusia : Bongkok ubi – pabila diluruskan dia patah Bongkok rotan – dapat diluruskan selama masih kita pegang, setelah dilepaskan ia akan bongkok Bongkok besi – setelah diluruskan ia akan lurus selama-lamanya Ada 3 macam jatuhnya manusia : Jatuh tupai – jatuh yang menguntungkan kerana semakin jatuh ia semakin kuat untuk melatih dirinya Jatuh petai – jatuh yang tak merugikan Jatuh tapai – jatuh yang buruk yang berselerak di lantai ---------------------------------------------- Boleh jadi di sebalik penderitaan yang dihadapi terletak kebahgiaan yang diimpikan sebab semakin besar penderitaan seseorang dalam berjuang untuk mendapatkan sesuatu semakin tinggi pula tingkat kebahgiaannya. Jika sesuatu yang diinginkannya itu ia dapat dimiliki. Bagi orang yang berbahgia dan damai di hati, dia menganggap istana bukanlah pada rumah yang besar,bagus serta mewah tapi hanya terletak dalam hati yang telah dapat sinar ilahi. ------------------------------------------------- Kelebihan burung pada kepaknya, kelebihan gajah pada kekuatannya, kelebihan manusia pada akalnya.’ ‘kebahagian itu letak nya di hati, oleh kerana itu kalau kita kaya, senangkanlah hati kita. Kerana dengan kekayaan kita itu terbentang kesempatan di hadapan kita untuk mengeluarkan orang dari kesusahan. Perbuatan kita di senangi orang. Kitamendapat pujian di penjuru dunia. Kita menjadi mulia.tegak kita mulia. Di depan kita terbentang permaidani kepujian sebab kita beroleh kebebasab dan kemerdekaan.akan tetapi jika kita miskin senangkanlah hati kita. Kerana kita telah terlepas dari satu penyaki jiwa. Penyakit kesombongan yang selalu menimpa diri orang-orang kaya. Senangkanlah hati kita kerana tiada orang yang hasad dengki pada kita. Disebabkan kemiskinan kita, kemiskinan juga adalah nikmat. Kerana dengannya tiada jalan bagi orang lain untuk berkecil hatidan tiada pula pintu kebencian. Yang paling utama dan afdal ialah meringankan timbangan di padang masyar.’ ---------------------------------------------------- gelap ada 5 macam : 1. Gelap kerana malam 2. Gelap kerana mata buta 3. Gelap otak kerana tak berilmu 4. Gelap hati kerana tak beragama 5. Gelap kehidupan kerana lemah rezeki ------------------------------------------------------- Biasakanlah kita bersikap jujur dan benar walaupun di hadapan kita itu adalah bahaya. Yakinlah bahawa itu bukan bahaya tapi bahagia. Jauhilah dengan sikap dan sifat pendusta walaupun kita melihat di depan kita bahagia. Sebab itu bukan bahagia tapi celaka. Berbahagialah orang yang dapat menjadi tuan untuk dirinya dan menjadi nakhoda untuk bahtera hidupnya.’ ------------------------------------------------------ Manusia terbahagi kepada 4 golongan : 1. Orang pandai mengaku pandai 2. Orang bodoh mengaku pandai 3. Orang bodoh mengaku bodoh 4. Orang pandai mengaku bodoh Justeru itu orang yang tahu dengan dirinya dia akan tahu pula dengan kesalahannya dan tahu pula untuk merubahnya. DEngan demikian dia akan di hormati oleh orang lain.’ -------------------------------------------------------- Tertawa dan senyumlah pada segala cubaan kerna dunia ini hanya kosong belaka. Terimalah sepuluh kekalahan sebelum menerima satu kemenangan. Kebencian tidak akan dapat dimusnahkan dengan kebencian. Melainkan dengan kasih sayang.’ -------------------------------------------------------- Orang yang bersifat IKHLAS itu akan tahu : ''Menahan perasaan adalah satu pengorbanan, tidak terlalu sukacita pada waktu tertawa, tidak berduka pada waktu menangis, orang yang bersifat ikhlas dia sentiasa tahu bagaimana jua pun kejadian sesuatu akhirnya kebenaran tetap menang sedangkan kebathilan menunggu ajalnya kerana alam ini tidak mahu mengandung kotoran...'' ---------------------------------- Barang siapa di antara kita tiada akhlak dan adab bererti ia tidak ada ilmu..brg siapa tiada kesabaran bererti ia tiada iman..bagi orang yang ikhlas,sakit dan susah itu adalah kulitnya..yang isinya adalah rahmad dan nikmat..kerana dengan jalan inilah dia akan lebih lagi dekat lagi kepada allah.. ----------------------------------------- Meskipun pujian tidak menyenangkan tapi manusia selalu menyukainya..meskipun celaan tidak merugikan tapi selalu membencinya...musuh yang selalu mencela kita itu akan membuatkan terbangun dari kelalalian..tapi teman yang selulu memuji itu selalu membuatkan kita tidak tahu diri..manusia yang suka orang lain, pada suatu ketika hinaan itu akan kembali kepada dirinya sendiri... ----------------------------------------------- Cita-cita perlu bagi manusia yang hidup..manusia yang tiada cita-cita bukanlah sebenarnya dia hidup tapi itu adlah kematian... ------------------------------------------- Kebenaran tidak pernah layu.. katakanlah yang benar walaupun pahit untuk mengatakanya..kebenaran tidak memerlukan hiasan kata-kata..kebenaran dapat berjalan menembusi ke mana saja hingga seluruh dunia tanpa senjata. Kebenaran seperti jarum kompas yang selalu meunujuk ke jalan yang betul..mengatakan kebenaran adalah satu hal yang sulit.. sesiapa yang membenci kebenaran maknanya dia membenci cahaya... -------------------------------------------------------- 4 macam arah tuju harta...untuk baja, yang digunakan utk beli buku ilmu pengetahuan dan sedekah....untuk busuk yg digunakan utk mkan...utk lapuk utk membeli pakaian n rumah...utk kutuk yg digunakan utk maksiat....hakikat buta bukanlah buta harta tapi buta hati....hakikat miskin bukanlah miskin harta tapi miskin budi... ------------------------------------------------------ Kita tidak perlu menyesal kalau orang lain tidak tahu pengetahuan kita...kita harus bersusah hati kalau kita tidak mengetahui pengetahuan orang lain...kalau hendak tahu kesalahan orang, tanyakan lah pada musuhnya...kalau nak tahu kebaikan orang tanyelah pada kawannya..kerna ada salah dibenarkan dan ada yang benar disalahkan...bergantung sama ada dia dibenci atau disayangi... ------------------------------------------------------ Berbicara itu mudah tapi mengerjakan adalah sukar...orang banyak bicara tidak mempunyai waktu berfikir...sesiapa yang banyak bicaranya banyak lah pula celaannya...kadang2 org berbicara bukan mengutarakan apa yang dikehendaki...tapi bagi menyelimuti keinginan yang sebenarnya..org yang sudah matang fikirannya amat sedikit bicaranya... -------------------------------------------------------- kebaikan sejati adalah daripada sanubari manusia...dan semua manusia dilahirkan baik...kebaikan itu banyak tapi sedikit orang membuatnya..kita semua selalu bertanya, adakah dia orang kaya?...tidak seorang pun bertanya, adakah dia orang yang baik?..jika sekiranya orang memberi kita kelapa, kita membalasnya lah dengan kelapa n gulanya sekali...lakukanlah tugas kita dengan baik n ikhlas serta benar dan biarkanlah dunia ini tenggelam... bahawa sesungguhnya kebaikan dapat menutupi dosa... -------------------------------------------------------- Apabila kita berbuat salah, jangan lah malu mengakui nya...dan berusahalah untuk memperbaikinya..mempunyai kesalahan dan tidak berusaha memperbaikinya...itulah ego --------------------------------------------------------- Setiap orang perlu memiliki semangat dan keyakinan. Semangat tanpa pengetahuan adalah seperti kuda yang terlepas dari kendali. Kita tidak boleh kehilangan semangat, semangat adalah ransangan terkuat bagi mencitai, berkuasa, berjaya,bahagia,sihat sejahtera. berkeinginan untuk hidup lagi lama.manusia itu laksana anggur, yang jelek semakin lama semakin kecut.yang segar semakin lama semakin baik. jenis yang baik itu selalu ditandai dengan semangat. selagi ada semangat kita tetap muda. tidak apa sekiranya kita kehilangan semua harta asal jangan kehilangan semangat. ---------------------------------------------------------- Hadapilah segala ranjau onak duri di dunia yang fana ini dalam suasana tabah dan tenang. esok masih ada untuk menerangi hidup ini. Allah maha bijaksana mengatur program hidup kita. justeru itu taatlah, patuhlah pada perintahnya tanpa berbelah bagi pada setiap waktu. pasti kita akan dapat apa yang kita harapkan.

Haji Muda

Pengalaman :Dengan izin ALLAH tanggal 26 Disember 2006 hingga 2 Feb 2007, berangkat saya menunaikan fardhu haji bersama 3 adik beradik dan 1 kakak ipar diwaktu usia 28 tahun. Alhamdulillah, saya bersyukur apabila terpilih sewaktu musim 'haji akbar'..Bagi golongan muda jika ada kemampuan, sila tunaikan seawalnya..jangan tunggu seru sampai...seru hanya untuk hidup,mati,jodoh,rezeki,anak...kita merancang dan selebihnya serah kepada Allah yang maha besar kuasanya..



Kaedah untuk memulakan niat yang suci :Untuk menunaikan haji ini anda boleh guna muhasasah atau pakej..kalau muhasasah melalui pendaftaran di tabung haji..pandangan saya kalau ada rezeki lebih pergilah menunaikan haji melalui pakej coz ada rezeki dapat duduk dekat sikit dengan masjidil haram..so dapat la sampai awal ke masjid...saya kesian dengan jemaah yang berusia lebih 60an tu untuk berjalan kaki ke masjid, saya sendiri pun berjalan ke masjid dalam 20 minit...bukan apa, menunaikan haji ini memerlukan tenaga untuk melaksanakan ibadah..di sana kita tidak ada kerja lain selain menghambakan diri dengan allah...



Pemerhatian :Di sana apabila berjamaah tu memang rapat sangat saf...tapi bila balik m'sia tersangatlah bezanya dengan makmun kita ni...so rapat-rapatkan la saf tu bila nak berjamaah...jangan beri ruang pada syaitan....bila kita sembahyang tu rasa kuat sangat perpaduan umat islam...menunaikan haji banyak mengajar saya erti kehidupan...perlu kesabaran yang tinggi...belajarlah erti keredhaan pada allah...apa yang kita terima adalah yang terbaik dari allah untuk kita..so janganlah kita merungut dengan apa yang kita ada dan jangan hasad dengki dengan apa yang orang dan kawan-kawan kita ada!!...sentiasa menjadi orang bersyukur..kalau kita tak dapat, mungkin anak kita dapat..kalau anak tak dapat mungkin cucu kita dapat...kalau cucu tak dapat mungkin ada keturunan kita yang dapat..cuma kita sentiasa berdoa pada allah agar sentiasa memberi yang terbaik untuk kita di dunia dan akhirat..kalau kita kesal bermakna kita kesal dengan allah...so jika berada di mekah, apa pun yang berlaku itu adalah rezeki kita...muhasabah semula diri kita dengan allah...Allah Maha Besar...



Jemaah paling ramai sekali adalah dari negara Indonesia. Berjumlah 200,000 jemaah..ianya mengikut population negara mereka 200 juta...sempat saya bertanya mereka kenapa jemaah mereka begitu ramai dan majoriti yang saya jumpa masih muda, sedangkan kita tahu rakyat mereka banyak yang susah, tapi mereka masih sanggup untuk menunaikan rukun kelima seawal mungkin..jawapannya mereka ini sanggup menggadai harta mereka semata-mata untuk menunaikan rukun haji..kalau rakyat mereka tidak susah masakan ramai rakyat mereka bekerja di negara kita kan...kita sepatutnya bersyukur kerana tabung haji mengenakan bayaran sebanyak rm 9 ribu lebih termasuk kapal terbang, penginapan, makan minum. tapi jemaah indonesia tidak berlaku begitu. bayangkan bagaimana mereka survive di sana. Seperkara lagi jemaah dari india, mereka rendam kain putih dengan air zam-zam dan keringkan kain tersebut untuk di bawah pulang. Wallahualam samada mereka tiada wang untuk pos air zam-zam atau peraturan airlines tak membenarkan membawa masuk air zam-zam..



Apa yang saya lihat adalah kita hendaklah mengejar setiap saat sepanjang berada di sana dengan melakukan ibadah seperti sembahyang taubat,hajat,membaca al quran..kurangkan bersembang...tumpu sepenuh perhatian terutama di dalam menunaikan rukun wajib haji...ikut peraturan setiap rukun tersebut..jika anda tidak melakukan dengan betul..bermakna ibadat anda tidak sah..dan akhirnya berhutang dengan allah...agak-agaknya bila anda hendak bayar semula hutang tersebut...nak pergi bukan boleh suka-suka order...jangan main-main perkara ini...Menunaikan haji bukan untuk kita berehat dan mengambil angin..Itu sebab saya seru pada semua orang muda-muda yang masih banyak tenaga untuk tidak mengambil berat perkara ini jika anda berkemampuan..Habis kan duit beli kereta ikut kemahuan boleh pula..Habiskan duit untuk melancong boleh pula...Habis kan duit pergi ekspedisi boleh pula...Apa sahaja yang anda habiskan tu akan ditanya di akhirat kelak...



Memandangkan saya dikira antara penerbangan terakhir, sampai di Airport Jeddah dalam jam 4 pagi dalam keadaan berpakaian ihram. Sementara menunggu semakan imigresen ambil masa jemaah akan sembahyang subuh di situ..Sesudah melepasi imigresen tu menunggu bas di luar untuk terus ke Mekah. So isi perut dahulu...Bagi orang yang cerewet makan tu..buang segala sifat yang anda ada...kalau tak boleh makan tu jangan la membebel..itu tak boleh ini tak boleh...diam sahaja...pergi menunaikan haji bukan untuk memikirkan makan anda...cukup sekadar kita jangan lapar sehingga menjejaskan kesihatan kita untuk berhadapan pada hari kemuncak nanti...Di mekah atau di mana kita berada tiada mustahil bagi tuhan...memang itu sifat Allah...lebih baik kita berdoa agar setiap makanan yang kita makan itu akan memberi kesihatan kepada kita..Selalu kita dengar, jemaah akan berkata...sebelum sampai sakit lutut..tapi dah sampai ke Mekah, kuat pula berjalan...sebelum sampai ke Mekah macam-macam pantang makan...tapi di Mekah semua jenis makanan saya makan...kena ingat!!!...apa pun yang berlaku itu kerja allah yang maha berkuasa...itulah antara hikmah kita menunaikan haji ini, mengajar kita untuk sentiasa mengingatinya dan sentiasa memohon pada nya...kita tidak berkuasa di atas dunia ini...walau setinggi mana darjat dan pangkat dan kemewahan yang kita ada...Saya terus sampai di Mekah pada hari Jumaat dalam pukul 2 petang..so terlepas sembahyang Jumaat. 8 hari lagi sebelum hari wukuf tiba. So memang la dah padat sangat di masjidil haram tu...



Kita jangan banyak kerenah...mesti banyak ada perasaan simpati pada orang...jangan banyak komen...kita ni suka sangat komen hal orang...tidak mahu berubah...tidak mahu mengenal nikmat Allah...terlalu sombong dan angkuh dengan diri kita...beg dilempar pun kita dah mengelabah pastu bising-bising hingga mengganggu perasaan orang lain...mana tuhan tak uji kita cukup-cukup...



Menjadi satu kerugian jika kita tidak sihat di sana..Tujuan kita ke Mekah untuk beribadah padanya..tapi kalau dah duduk Hospital berhari-hari...kan rugi namanya tu hasil perbuatan kita sendiri yang tanpa kita sedari...asyik nak salahkan orang sahaja...tu yang kita kata, manusia ini terlalu sombong dan angkuh pada sesama manusia....Lebih-lebih lagi ketika berada di Tanah Haram yang penuh keberkatan itu..



Aktiviti harian di Mekah :



Berikut adalah rutin harian di sana :1. Keluar dari hotel jam 2 pagi untuk sembahyang subuh. Time tu bila sampai di masjidil haram, insya allah tempat boleh pilih lagi...nak angel mana pun, insya allah boleh...2. Jam 7 pagi keluar dari masjidil haram, terus beli breakfast...3. Jam 8 pagi sampai hotel semula...4. Jam 9 pagi tido sebentar...5. Jam 10 pagi bangun dan bersiap pergi masjid semula...6. Jam 1 ptg lepas sembahyang zohor balik hotel utk makan lunch..7. Jam 2.30 ptg g masjid semula n stay sampai waktu isyak..8. Jam 9 mlm makan kat kedai tepi masjidil haram tu..9. Jam 10 malam sampai hotel n tido...10. Jam 1 pagi bangun dah utk bersiap g masjid..



So apa kita nak buat sebelum sampai masa nak wukuf itu...Tu pentingnya kita nak faham semasa mendengar Kursus Haji itu...Alangkah bertuahnya kita bersembahyang di dalam Masjidil Haram sambil mengadap Baitullah di depan MATA!!!...Allahuakbar...Dengan penuh keinsafan dan berjujuran air mata apabila melihat Kaabah tanda kesyukuran kerana memberi peluang dalam umur yang masih ada ini untuk memijak kaki dan memandang Kaabah...sedangkan kita tahu tempat ini adalah sejarah Nabi Ibrahim,Nabi Ismail dan Siti Hajar dan Nabi Muhammad...Begitu lama sejarah Islam itu telah berlaku...dan dengan izin Allah, kita berpeluang berada di situ bersama umat Islam dari seluruh dunia..Itulah rutin hariannya sepanjang berada di sana..so anda bayangkanlah, kita sentiasa bekerja. Kita mengejar masa, bukan masa menunggu kita..jika anda tidak mengejar nikmat yang allah telah jemput itu maka rugilah kita seumur hidup...sebabnya belum tentu anda akan menemuinya semula tanpa izin Allah yang Maha Besar



Apabila hendak tiba hari wukuf di Arafah...pada 8 Zulhijjah sebelah petang kita dah kena ready untuk berangkat menaiki bas mengikut no bas masing-masing..so jemaah akan membawa beg yang tabung haji bagi tu..bawalah pakaian untuk duduk di Arafah (1 hari - 9 Zulhijjah) dan Mina (4 hari - 10 hingga 13 Zulhijjah)dalam bas ini ada dalam 30 orang kalau tak silap...so masing-masing bawa la diri dan hati masing-masing. Banyakkan beristigfar ketika itu...Ingat Allah!!! Jangan disebabkan kita, orang lain mendapat 'susah'...ibarat macam dalam kampung, jika segelintir orang membuat maksiat maka bala yang allah turunkan adalah kepada seluruh kg...jadi jaga hati dan mulut masing-masing ketika berada di dalam kumpulan masing-masing...hidup ni jangan suka menyusahkan orang dan jangan dengki sesama manusia...apa yang orang dapat, itu rezeki mereka..orang yang dapat pula kenalah beringat...ini mungkin ujian allah untuk menjadikan kita orang yang lebih bertakwa...so sebelum sampai ke Arafah, akan singgah bermalam di Mudzalifah untuk mengutip batu-batu kecil itu..Keadaan ketika itu sangat sejuk..maka kedengaranlah batuk di sana sini..apabila melihat situasi itu, rasa keinsafan pada diri kita yang masih muda ini...Ya Allah, aku bersyukur sangat dalam usia yang semuda ini dan mempunyai daya kekuatan yang baik...engkau telah memberi aku peluang untuk menunaikannya...anda bayangkan orang tua yang telah berumur tu dalam keadaan tenaga mudah kehabisan ditambah dengan cuaca yang sangat sejuk....walaubagaimanapun, pada saya, kita berpegang semula kepada konsep asal di mana walauapapun yang kita terima baik batuk ker..selesema ker…demam ker…banyak2 lah beristigfar dan mohon keampunan kepada allah…jangan kita heboh sangat untuk menceritakan kesusahan kita itu pada orang lain…perbanyakkan sembahyang taubat…mudah mudahan allah memberi suntikan kekuatan dalam diri kita untuk melakukan ibadah ini dengan sempurna. Di sini berlaku la, ada bas yang lambat sampai sedangkan gerak sama-sama…bila berlaku perkara-perkara begini..muhasabah diri kita cepat-cepat…ya allah..ampunkan dosa ku…pada ketika itu hanya dia sahaja tempat kita mengadu…jangan la masa tu kita nak salahkan pemandu la, bas rosak la..bas disalahkan…jalan jem teruk la….kita nak salahkan siapa …haji ini mengajar kita bersabar,bertenang, bermuhasabah dan yang paling penting mengajar kita untu sentiasa mengingati allah dan selalu memohon padanya.

Dah sampai di padang arafah…maka disediakan satu khemah ikut kumpulan…janganlah ada perasaan berebut-rebut tempat…kenapa nak berebut-rebut..itu kan tempat allah…jangahlah ada perasaan nak duduk,baring,tidur dengan selesa….masih ada Jemaah yang menggunakan peluang itu untuk tido dengan nyenyaknya hinggalah ke subuh…maka tersangatlah rugi kita ni…hanya itu sahaja masa yang kita ada untuk menjejakkan kaki di tanah yang sungguh berkat itu..masa haji sahaja kita boleh ke kawasan itu..umrah pun tak dapat jejak..dapat tengok jer dari luar…berpuluh tahun kita hidup takkan lah kita nak berkira masa tu dengan allah…maka gunakanlah masa itu untuk beribadat pada allah…ada orang tak dapat merasai bermalam di arafah disebabkan bas tak sampai-sampai..akhirnya nak subuh nanti baru sampai ataupun sesudah subuh baru sampai…tandas kalau diikutkan memang tak cukup…so carilah masa tersendiri agar tidak membuang masa menunggu giliran…pada waktu siang 9 zulhijjah kita dah boleh berkira-kira untuk mencari tempat masing-masing untuk berdoa…selesai sahaja solat zohor…maka bermula masa kemuncak yang dikatakan masa paling afdal untuk berdoa sehinggalah asar menjelma…apa yang terlintas di hati ini ialah…ya allah kebesaran mu sungguh agung..kerana menemukan aku berdoa sendiri di padang arafah pada ketika ini…sedangkan sebelum ini di masa yang sama aku hanya berdoa di rumah sahaja…tetapi kali ini dengan izinmu jua, dapat aku menadah tangan yang engkau pinjamkan ini untuk aku meluahkan apa sahaja yang terlintas…kita pun sedia maklum bahawa inilah antara tempat paling mustajab doa yang allah makbulkan…oleh itu, keluarlah dari khemah untuk kita menadah ke langit tanpa ada satu daun pun selindung…dengan deraian air mata kerana kerana diberi peluang untuk berbuat begitu untuk memohon keampunan kepada allah…



Sesudah maghrib, maka bersiaplah kita menaiki bas meninggalkan padang arafah itu dengan sejuta harapan agar pada lain masa dapat kita menjejakkan kaki ke situ kembali. Tidak jauh dari situ maka tibalah kita di mina untuk menyelesaikan ketiga-tiga jamrah….masih sama, iaitu duduk di dalam khemah putih tu beramai-ramai. Keluasan tempat yang diberi itu hanya selebar kita mengiring…kalau baring menelentang pun tak boleh…kalau kita tido menelentang maka Jemaah lain tidak cukup tempat…dan ini menyaksikan segelintir Jemaah yang masih sombong dan angkuh hanya untuk mendapat keselesaan tempat tidur. Perbuatan ini yang menyedihkan kita dek kerana kealpaan kita dalam memahami kebesaran. Ada 4 perkara yang apabila kita melihat perkara itu, insya allah akan memberi pahala :a. Al Quran-Janganlah kita meletakkan Al Quran itu ditempat yang rendah dari yang lain. Pastikan Al Quran sentiasa berada di atas dari benda yang lain.b. Ibu Bapa-Jagalah ibubapa sebaik mungkin sebab nikmat melihat ibu bapa hanya sementara sahaja. Jika mereka meninggal dunia awal, maka hilanglah satu nikmat untuk kita melihat wajahnya.c. Kaabah-Nikmat ini tidak semua orang dapat merasainya. So sementara usia tuhan pinjamkan tu, kejarlah matlamat ke sana seawal mungkin agar nyawa yang tuhan pinjam kan ini dapatlah kita menikmati nikmat tersebut..d. Laut-Nikmat ini mudah untuk dicapai di mana-mana sahaja.



Antara hikmah yang boleh kita gambarkan adalah satu hari sembahyang di Masjidil Haram, pahala yang Allah janjikan adalah bersamaan dengan 1 ribu 3 ratus tahun untuk kita kumpulkan point tersebut di Malaysia. So bayangkan betapa besarnya nikmat yang Allah bagi..Subhanallah...Semoga Allah melindungi kita dari melakukan kemungkaran di atas dunia ini.